« Older Home
Loading Newer »

Rona dan Kisah Palsu di Daun Muda

Alkisah seorang gadis cantik berusia 22 tahun yang periang bernama Rona Jingga Hati. Sejak pacarnya dengan sengaja melindas kucing ketika mereka tengah bertengkar di mobil, Rona berubah menjadi aktifis pecinta kucing. Dengan idealismenya yang berapi-api, ia bergabung dengan milis Pecinta Kucing pada 16 oktober lalu. Beberapa hari setelahnya, ia mengumumkan akan membuat sebuah kontes kucing cantik via online. Kemunculannya yang disertai kisah dramatis dan kreatif dengan mudah memikat hati anggota milis itu yang mayoritas perempuan. Mereka mengikuti dan membalas postingan Rona yang kian menarik. Sampai 2 hari yang lalu pada 28 oktober… Rona diberitakan meninggal dunia setelah disekap dan diperkosa oleh 2 penjahat yang mengikuti dari pasar swalayan hingga rumahnya. Sontak seluruh milis sedih bukan kepalang.

Wajar mereka terguncang, selama ini berita paling sedih yang mereka dengar hanyalah kisah tentang seekor kucing terlindas mobil pemiliknya sendiri. Dan pagi itu mereka harus menerima salah satu anggota barunya meninggal dengan sangat tragis. Anggota baru yang bahkan siang sebelumnya masih bersemangat. Waktu seolah terhenti, termasuk dirumah saya karena istri saya adalah salah satunya. Agar tak sedih berkepanjangan, semalam kami memutuskan untuk memburu asal muasal kabar ini. Sebagai sebuah kisah dramatis, kematian Rona sangat janggal. Pertama ia hanya dikabarkan oleh temannya teman-Rona yang bernama Donny Herrera (kuzworld@yahoo.com), kedua ada potongan berita yang ditulis dengan sangat buruk, lalu tak ada sumber berita lain yang bisa ditemukan. Dengan sedikit ilmu jurnalistik warisan kuliah, kami berdua langsung tahu bahwa berita ini 100% palsu. Bad copy, poor writer! Tanpa prinsip dasar 5W+1H, jelas levelnya dibawah koran Lampu Merah. Kami pikir si penulis justru dengan bodohnya membuat lubang jebakan sendiri. Kami berangkat dengan kata kunci pertama: Kuzworld, karena biasanya sosok fiktif tak lain adalah orang pertama yang mengaku mengenalnya. Old trick! Basi dan kurang pintar.

Rona Jingga Hati

Tak perlu memahami SEO, pencarian sederhana di internet menunjukkan bahwa Donny Herrera (ternyata nama samaran) adalah pekerja iklan yang masih berusia dibawah 30 tahun. Nama aslinya tersebar di milis iklan, foto-foto di halaman social networkingnya memampang cuplikan event-event advertising, beberapa malah menunjukkan jati dirinya… juga almamaternya. Dan sesuai dengan tren yang berlangsung beberapa hari ini dapat dipastikan ia sedang menciptakan karakter palsu untuk mengejar tiket ke Bankok, via Daun Muda Award 2009.

Brief DM kali ini memang nyeleneh, saya belum mau menyebutnya inovatif karena inovasi selalu dikaitkan dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan yang ini, saya tidak berani menilainya. Dengan mendorong pesertanya menciptakan karakter palsu via social networking, atau apa saja selama masih di dunia maya, brief ini berpotensi melukai kepercayaan jutaan anggota komunitas internet. Jika ini adalah dimaksudkan untuk belajar how to kill the old trick, semoga kita tidak sedang kesasar dalam memahami dunia baru. Internet memang berjalan sangat kencang menuju arah kita, tapi kita tak perlu menghadapinya dengan tergopoh-gopoh dan emosional. Ada banyak cara cerdas lainnya tanpa perlu menipu, mengkhianati bahkan mencederai.

Saya tidak mau membayangkan jika sosok-sosok baru yang muncul secara dramatis atau kisah-kisah yang mirip sinetron namun tampak nyata dalam beberapa pekan ini, pada akhirnya terbongkar. Kemarin saat Hariadhi dengan hoax Teh Botol Sosronya mengguncang, semua kursor tertuju pada komunitas periklanan, dan tentunya menusuk langsung Creative Circle Indonesia sebagai sang hoax bermuara. Banyak yang bersumpah serapah dan memaki. Dasar orang-orang iklan tak beradab! Teriak mereka. Kini berulang lagi dengan kekuatan berlipat ganda. Siap-siap saja ada 934 anggota milis pecinta kucing yang sudah menyiapkan caci maki untuk komunitas ini. Oh ya, anggap saja 934 orang itu punya keluarga dan teman, kalikan saja 4 jumlahnya kalau begitu. Dan itu baru satu milis, satu peserta, masih ada 245 peserta diluar sana. Untungnya deadline DM sudah berakhir kemarin. Semoga saja sang bola salju berhenti membentur dinding waktu.

Mereka yang bekerja keras menciptakan keamanan dan aturan kepercayaan di internet pasti menangis sejadi-jadinya jika mendengar kisah ini. Saya pikir, apa yang kita lakukan justru kontraproduktif dengan cita-cita mulia para penemu social networking dan pembangun internet. Jika internet adalah pisau bermata dua, sayangnya kita malah memilih sisi yang mencelakai. Kita memilih untuk berada disisi pekerja iklan yang melihat internet sebagai media yang bisa ekploitasi, dan penggunanya sebagai objek. Padahal jika ingin memahami internet, kita musti berada di sisi internet society yang mustinya saling berkontribusi. Nampaknya kita sedang menjadi serigala yang berbaju serigala. Semoga hanya karena saya saja yang berpikiran buruk sehingga analisa ini tidak perlu terbukti. Sukses selalu dan selamat jalan ke Bankok, hati-hati disana banyak yang palsu.

Fahroni Arifin
-Art Director, berusia dibawah 30 tahun, sayangnya tidak ikut DM-

Win the war, not the battle

dash

Hmm sudah setengah tahun lebih saya nggak ngeblog. Kata Riyang, sayang domain & hostingnya dianggurin. Hehe bener juga. Eh tapi hostingnya kan dipinjami gratis, bukan saya dong yang rugi :p

Eniwei setengah tahun ini saya nggak kemana-mana koq. Tetap kerja di industri periklanan seperti biasanya, kantornya juga masih sama, meski pernah hampir angkat kaki sih. Nggak banyak yang berubah selain tambah males ngeblog dan lebih serius main Tamiya. Iya bener main Tamiya. Hobby yang awalnya karena desperate pas SD nggak bisa beli dan menghantui terus sampai kuliah. Hingga beberapa tahun lalu Fifi yang masih jadi calon istri menghadiahkan Max Breaker untuk ultah dan membuat saya kecanduan entah sampai kapan.

Akhir tahun lalu saya bertemu dengan orang-orang yang juga suka mobil-mobilan absurd itu lewat sebuah forum hobby. Mereka ternyata punya mimpi dan masalah yang sama saat kecil dulu. Semua menginginkan koleksi seri Dash atau Avante lengkap, seperti saya menginginkannya. Mereka juga dihantui Tamiya seri lain yang semasa kecil tidak didapatkan. Kini kami telah dewasa, beberapa malah menua, tapi mimpi masa kecil kami tak pernah beranjak remaja. Sekarang sebagian besar dari kami sudah menemukan yang dicari, lebih tenang dan tinggal menunggu bosan datang.

Bagi yang sedang merasa on-fire dengan karirnya, apa yang saya lakukan ber haha hihi selama ini mungkin pemborosan energi dan kesempatan. Saya sepertinya melupakan karir dan mimpi penghargaan iklan yang diburu semua orang itu. Bukannya mengulik ide initiative ad untuk CP 2008 atau Adfest 2009, saya malah mencari mobilnya Yonkuro tahun 1991. Tapi entah, sepertinya saya tidak merasa rugi atau kelabakan saat semuanya berakhir. Saya tenang-tenang saja dan tetap tersenyum tegak, rasanya tidak ada kesempatan yang hilang.

Perjalanan semusim ini membuka mata saya. Bertahun-tahun di advertising membuat saya hanya mengenal orang-orang iklan, akhirnya kenalan saya hanya sesama Art Director atau Copywriter. Kalaupun kenal kasta Creative Director juga bermula kala mereka masih sekelas dibawahnya. Dunia saya segitu saja, paling internet yang membantu meng-extend lewat milis-milis, namun tentu tidak betul-betul mengenal orang-orangnya. Dan setengah tahun ini saya justru berkenalan dengan orang dari latar lain lewat forum Tamiya. Ada pekerja hotel, desainer interior, saudagar, orang IT, akuntan, orang penerbangan, pialang saham, pegawai negeri, sound engineer, bekas calon psikolog (haiyah!), geologis, mahasiswa dan sederet latar karir lain. Mereka adalah orang-orang yang harusnya saya kenal sejak dulu saat pertama kali mengenal iklan. Mereka adalah orang-orang yang selama ini mestinya saya ajak bicara saat membuat iklan.

Proses ini membuat saya bertanya sebenarnya saya membuat iklan untuk siapa. Kalau mencari ide hanya terbayang juri dan segelintir CD yang diharapkan naksir karya saya, lantas mengapa saya masih menyebut diri orang komunikasi. Seharusnya saya berkomunikasi dengan manusia, bukan dengan jejuri atau penghargaan bergengsi. Mungkin ini hanya perbedaan orientasi, tapi saya pikir sungguh esensial. Hehe.

Semusim ini saya berhasil menggali insight dari berbagai celah dunia, memperkaya referensi tentang karakter manusia, serta menambah kedalaman berpikir dan ber-rasa. Saya senang sekali mengenal mereka, sesenang saya melihat karir periklanan kedepan. Saya masih percaya, semua pasti ada maknanya. Apapun yang terjadi kemarin, tidak untuk hari ini tapi untuk proses hingga akhir nanti. Win the war, not the battle.

Akhir kata, apa kabar? Senang bertemu Anda kembali :)

Drama Berakhir

Ferrari WDC-WCC

F1 musim 2007 yang penuh drama berakhir tadi malam di Interlagos. Saya dan Fifi rela melek sampai jam 1, mengamati 71 lap demi hasil akhir yang tidak bisa diprediksi. Boleh jadi tahun ini adalah musim paling mendebarkan sepanjang sejarah. Banyak intrik, skandal dan prestasi yang tidak terduga sebelumnya. F1 memang balapan sejati, tidak hanya di sirkuit, diluarpun terjadi kompetisi.

Saya sebetulnya ikut barisan ABF -asal bukan Fer****-, tapi musim 2007 ini saya angkat topi untuk Kimi yang tidak pernah menyerah dan akhirnya meraih WDC, sungguh kemenangan yang layak dihormati. Juga untuk Ferrari yang bekerja sempurna sebagai sebuah Tim, memadukan kedua pembalapnya, bukan malah mengadunya *twing!

Untuk tahun depan, saya berdoa semoga Alonso kembali ke Renault saja. Belajar politik berdarah di McLaren setahun rasanya cukup. Hehehe. “Ayo Alonso”, teriak Zaidan tiap kali lihat mobil F1.

Hehehe, aman… aman

Waktu kian mahal dan orang kehilangan ruang dialog, lalu satu persatu mencari siapa saja yang bisa dihubungkan dengan dirinya. Karena warna mobil atau merk motor sama lantas membuat geng. Semua jadi alasan. Namun bagi yang beruntung, untuk berkerumun cukup bergabung dengan sebuah milis, tak harus kumpul malam mingguan atau kepanasan saat gathering minggu siang. Maka muncul ribuan milis dengan berbagai tema. Polanya sama dengan kelompok offline tadi, alasan apapun dicari asal bisa menyatukan.

Saya ikut 13 milis, tapi tidak semua aktif. Dan saya juga menggali alasan-alasan agar bisa masuk kedalam suatu kategori. Kesukaan terhadap Tamiya, F1, Gadget, Mac, U2 dan AaGym menjadi satu celah, dan jenis pekerjaan menjadi celah lain. Dari milis-milis itu saya mengenal karakter orang berdasar cara mereka menyampaikan sesuatu. Memang ada yang hilang, gesture, suara dan mimik muka yang biasanya memperlihatkan karakter seseorang. Kali ini hanya tata bahasa tulis yang jadi parameter. Dan saya yang art based ini mau nggak mau harus belajar tentang itu. Entah tanya ke Fifi yang penulis atau dengan dalih kerjaan saya nyolong ilmu dari para copywriter dikantor. Yang lebih sering sih mengamati tulisan orang di koran dan majalah. Mereka terkenal hati-hati karena terbatasnya space.

Dalam komunikasi online, gara-gara salah ketik bisa dicap sombong, marah atau idiom negatif lainnya. Banyak orang menyarankan penggunaan kata ‘Hehehe’ untuk menetralkan suasana. Ini penting, mengingat sulitnya menunjukkan bahwa kita tidak sedang bete. Dan memahami perkara semacam ini wajib. Ini adalah tata krama yang sama pentingnya dengan kesantunan berbicara pada dunia offline. Orang menyebutnya Netiket, norma yang tidak baku namun dibuat demi kebaikan bersama. Ada banyak yang beredar, tapi mengetahui yang penting-penting saja cukup untuk membuat kita tampak beradab. Jika ada yang mengabaikan, maka ia akan diletakkan sebagai third atau bahkan fourth grade netter. Karena membaca posting seseorang yang sepertinya tidak mengenal tombol koma dan titik di keyboard memang menjengkelkan. Atau newbie yang memakai ‘kalian’ untuk menunjuk anggota lama. Seorang rekan di milis Gadtorade malah dengan tegas menyatakan bahwa bahasa menunjukkan kasta di signaturenya.

Kalau mau aman, jangan lupa gunakan ‘hehehe’. Biar kesannya tukang senyum gituloh. Tapi jangan kebanyakan, nanti dianggap gila. Hehehe.

Their Second Coming

Heroes Opener

Ohoho, Heroes season 2 sudah mulai tayang di US 24 Sept kemarin, di Indonesia via Star World mungkin baru 2 bulan lagi. Tapi daripada nggak sabar nunggu, mending download via torrent yang sudah tersedia kira-kira 3 jam setelah tayang. Mari saling share torrent masing-masing, yang nemu duluan silahkan langsung ngacung. Oh tunggu! Bukankan di gambar itu ada Sylar, Linderman & Peter? Ohoho mereka masih hidup, bakal seru nih.


Pics