
Hmm sudah setengah tahun lebih saya nggak ngeblog. Kata Riyang, sayang domain & hostingnya dianggurin. Hehe bener juga. Eh tapi hostingnya kan dipinjami gratis, bukan saya dong yang rugi :p
Eniwei setengah tahun ini saya nggak kemana-mana koq. Tetap kerja di industri periklanan seperti biasanya, kantornya juga masih sama, meski pernah hampir angkat kaki sih. Nggak banyak yang berubah selain tambah males ngeblog dan lebih serius main Tamiya. Iya bener main Tamiya. Hobby yang awalnya karena desperate pas SD nggak bisa beli dan menghantui terus sampai kuliah. Hingga beberapa tahun lalu Fifi yang masih jadi calon istri menghadiahkan Max Breaker untuk ultah dan membuat saya kecanduan entah sampai kapan.
Akhir tahun lalu saya bertemu dengan orang-orang yang juga suka mobil-mobilan absurd itu lewat sebuah forum hobby. Mereka ternyata punya mimpi dan masalah yang sama saat kecil dulu. Semua menginginkan koleksi seri Dash atau Avante lengkap, seperti saya menginginkannya. Mereka juga dihantui Tamiya seri lain yang semasa kecil tidak didapatkan. Kini kami telah dewasa, beberapa malah menua, tapi mimpi masa kecil kami tak pernah beranjak remaja. Sekarang sebagian besar dari kami sudah menemukan yang dicari, lebih tenang dan tinggal menunggu bosan datang.
Bagi yang sedang merasa on-fire dengan karirnya, apa yang saya lakukan ber haha hihi selama ini mungkin pemborosan energi dan kesempatan. Saya sepertinya melupakan karir dan mimpi penghargaan iklan yang diburu semua orang itu. Bukannya mengulik ide initiative ad untuk CP 2008 atau Adfest 2009, saya malah mencari mobilnya Yonkuro tahun 1991. Tapi entah, sepertinya saya tidak merasa rugi atau kelabakan saat semuanya berakhir. Saya tenang-tenang saja dan tetap tersenyum tegak, rasanya tidak ada kesempatan yang hilang.
Perjalanan semusim ini membuka mata saya. Bertahun-tahun di advertising membuat saya hanya mengenal orang-orang iklan, akhirnya kenalan saya hanya sesama Art Director atau Copywriter. Kalaupun kenal kasta Creative Director juga bermula kala mereka masih sekelas dibawahnya. Dunia saya segitu saja, paling internet yang membantu meng-extend lewat milis-milis, namun tentu tidak betul-betul mengenal orang-orangnya. Dan setengah tahun ini saya justru berkenalan dengan orang dari latar lain lewat forum Tamiya. Ada pekerja hotel, desainer interior, saudagar, orang IT, akuntan, orang penerbangan, pialang saham, pegawai negeri, sound engineer, bekas calon psikolog (haiyah!), geologis, mahasiswa dan sederet latar karir lain. Mereka adalah orang-orang yang harusnya saya kenal sejak dulu saat pertama kali mengenal iklan. Mereka adalah orang-orang yang selama ini mestinya saya ajak bicara saat membuat iklan.
Proses ini membuat saya bertanya sebenarnya saya membuat iklan untuk siapa. Kalau mencari ide hanya terbayang juri dan segelintir CD yang diharapkan naksir karya saya, lantas mengapa saya masih menyebut diri orang komunikasi. Seharusnya saya berkomunikasi dengan manusia, bukan dengan jejuri atau penghargaan bergengsi. Mungkin ini hanya perbedaan orientasi, tapi saya pikir sungguh esensial. Hehe.
Semusim ini saya berhasil menggali insight dari berbagai celah dunia, memperkaya referensi tentang karakter manusia, serta menambah kedalaman berpikir dan ber-rasa. Saya senang sekali mengenal mereka, sesenang saya melihat karir periklanan kedepan. Saya masih percaya, semua pasti ada maknanya. Apapun yang terjadi kemarin, tidak untuk hari ini tapi untuk proses hingga akhir nanti. Win the war, not the battle.
Akhir kata, apa kabar? Senang bertemu Anda kembali

F1 musim 2007 yang penuh drama berakhir tadi malam di Interlagos. Saya dan Fifi rela melek sampai jam 1, mengamati 71 lap demi hasil akhir yang tidak bisa diprediksi. Boleh jadi tahun ini adalah musim paling mendebarkan sepanjang sejarah. Banyak intrik, skandal dan prestasi yang tidak terduga sebelumnya. F1 memang balapan sejati, tidak hanya di sirkuit, diluarpun terjadi kompetisi.
Saya sebetulnya ikut barisan ABF -asal bukan Fer****-, tapi musim 2007 ini saya angkat topi untuk Kimi yang tidak pernah menyerah dan akhirnya meraih WDC, sungguh kemenangan yang layak dihormati. Juga untuk Ferrari yang bekerja sempurna sebagai sebuah Tim, memadukan kedua pembalapnya, bukan malah mengadunya *twing!
Untuk tahun depan, saya berdoa semoga Alonso kembali ke Renault saja. Belajar politik berdarah di McLaren setahun rasanya cukup. Hehehe. “Ayo Alonso”, teriak Zaidan tiap kali lihat mobil F1.

Waktu kian mahal dan orang kehilangan ruang dialog, lalu satu persatu mencari siapa saja yang bisa dihubungkan dengan dirinya. Karena warna mobil atau merk motor sama lantas membuat geng. Semua jadi alasan. Namun bagi yang beruntung, untuk berkerumun cukup bergabung dengan sebuah milis, tak harus kumpul malam mingguan atau kepanasan saat gathering minggu siang. Maka muncul ribuan milis dengan berbagai tema. Polanya sama dengan kelompok offline tadi, alasan apapun dicari asal bisa menyatukan.
Saya ikut 13 milis, tapi tidak semua aktif. Dan saya juga menggali alasan-alasan agar bisa masuk kedalam suatu kategori. Kesukaan terhadap Tamiya, F1, Gadget, Mac, U2 dan AaGym menjadi satu celah, dan jenis pekerjaan menjadi celah lain. Dari milis-milis itu saya mengenal karakter orang berdasar cara mereka menyampaikan sesuatu. Memang ada yang hilang, gesture, suara dan mimik muka yang biasanya memperlihatkan karakter seseorang. Kali ini hanya tata bahasa tulis yang jadi parameter. Dan saya yang art based ini mau nggak mau harus belajar tentang itu. Entah tanya ke Fifi yang penulis atau dengan dalih kerjaan saya nyolong ilmu dari para copywriter dikantor. Yang lebih sering sih mengamati tulisan orang di koran dan majalah. Mereka terkenal hati-hati karena terbatasnya space.
Dalam komunikasi online, gara-gara salah ketik bisa dicap sombong, marah atau idiom negatif lainnya. Banyak orang menyarankan penggunaan kata ‘Hehehe’ untuk menetralkan suasana. Ini penting, mengingat sulitnya menunjukkan bahwa kita tidak sedang bete. Dan memahami perkara semacam ini wajib. Ini adalah tata krama yang sama pentingnya dengan kesantunan berbicara pada dunia offline. Orang menyebutnya Netiket, norma yang tidak baku namun dibuat demi kebaikan bersama. Ada banyak yang beredar, tapi mengetahui yang penting-penting saja cukup untuk membuat kita tampak beradab. Jika ada yang mengabaikan, maka ia akan diletakkan sebagai third atau bahkan fourth grade netter. Karena membaca posting seseorang yang sepertinya tidak mengenal tombol koma dan titik di keyboard memang menjengkelkan. Atau newbie yang memakai ‘kalian’ untuk menunjuk anggota lama. Seorang rekan di milis Gadtorade malah dengan tegas menyatakan bahwa bahasa menunjukkan kasta di signaturenya.
Kalau mau aman, jangan lupa gunakan ‘hehehe’. Biar kesannya tukang senyum gituloh. Tapi jangan kebanyakan, nanti dianggap gila. Hehehe.

Ohoho, Heroes season 2 sudah mulai tayang di US 24 Sept kemarin, di Indonesia via Star World mungkin baru 2 bulan lagi. Tapi daripada nggak sabar nunggu, mending download via torrent yang sudah tersedia kira-kira 3 jam setelah tayang. Mari saling share torrent masing-masing, yang nemu duluan silahkan langsung ngacung. Oh tunggu! Bukankan di gambar itu ada Sylar, Linderman & Peter? Ohoho mereka masih hidup, bakal seru nih.

Zaidan mulai lancar ngomong. Bisa menyusun kalimat, bercerita tentang kereta api yang baru dilihatnya dan minta sesuatu yang dia suka. Sekarang kami juga mulai bernegosiasi dengannya, kalau mau omongan kami didengar, kami juga harus simak baik-baik semua omongannya.
